Goyard… kenapa harus sesulit ini? Setidaknya itulah yang berulang kali ditanyakan (sebut saja Linda) selama kunjungan terakhir ke Paris. Sudah lima tahun berlalu sejak perjalanan terakhir Linda dengan ibunya.
Waktu itu, Linda dan ibunya bertamasya ke Paris untuk berjalan-jalan, duduk di kafe, sambil mempelajari bahasa Prancis seperti saat di SMA dulu. Tidak ketinggalan Linda dan ibunya juga mengunjungi menara Eiffel, Giverny, dan museum Bourse. Tak dipungkiri, berbelanja juga menjadi salah satu tujuan Linda dan ibunya. Dan Goyard menjadi incaran Linda. Apalagi saat dolar AS diketahui sedang menguat sehingga harga di Prancis lebih rendah.

Printemps di Paris. Photo from PurseBop
Sebelumnya, Linda belum pernah memiliki Goyard sama sekali. Merek tersebut populer pada masanya 5-10 tahun yang lalu. Goyard, khususnya yang berjenis tas jinjing Saint Loius, sangat menarik perhatian Linda dan secara otentik hanya tersedia di lokasi terdekat.
Seperti halnya fashion, tas Goyard sedikit kurang lazim. Jadi, Linda sengaja datang ke Paris hanya untuk mendapatkan Goyard.

Printemps di Paris. Photo from PurseBop
Well, ternyata antrean di Goyard di Rue Saint Honoré sangat panjang. Setiap saat – pagi, siang, dan malam (tutup jam 7 malam), akhir pekan dan hari kerja. Penjaga toko di sebelah memberi tahu bahwa pemandangan ini terjadi setiap hari seperti ini and this is crazy!.
Baca juga: Cara Membeli Tas Hermes Special Order
Dengan begitu banyak yang harus dilakukan, dan begitu sedikit waktu di Paris, Linda tidak bisa mencurahkan satu hari pun untuk menunggu. Terus terang, mengantri untuk berbelanja bukanlah gaya Linda. Namun demikian, Linda rela mengantre selama 20 menit. Dan penantiannya itu berlangsung selama lebih dari dua jam. Itu membuat Linda sedikit putus harapan untuk mendapatkan tas Goyard.
Namun pada suatu malam, Linda menyeret ibunya ke Haussmann Boulevard, yang belum sempat mereka kunjungi. Printemps tetap buka sampai jam 8 malam. Dan coba tebak apa yang ada di dalam department store itu. . . butik Goyard!

Printemps di Paris. Photo from PurseBop
Linda tiba tepat sebelum jam 7 malam, hanya ada satu orang yang menunggu. Beberapa pelanggan lain sedang dibantu oleh petugas di dalam toko. Kurang dari 20 menit kemudian, Linda dibantu oleh seorang SA muda yang lucu dan menawan. Dia menawarkan Linda untuk mencoba gaya dan ukuran yang berbeda. Pada akhirnya, Linda memilih sunshine bag. Jauh dari rencana awalnya namun Linda tetap senang.

Printemps di Paris. Photo from PurseBop
Jika dihitung secara matematika, tas jinjing PM Saint Louis itu (dengan warna kuning ‘khusus’) dijual seharga sekitar $1600, ditambah pajak penjualan yang diharapkan sekitar $132, dengan total $1732.

Printemps di Paris. Photo from PurseBop
Di Paris, tas yang sama dijual seharga €1220. Dengan pengembalian PPN 12% sebesar €146,4, maka biayanya menjadi €1073,6. Pada tingkat konversi 1,05 dalam dolar AS yang sekarang menjadi $1.126. Dengan kata lain, ada penghematan sekitar $600, hanya dengan membeli di Paris.

Printemps di Paris. Photo from PurseBop
Apakah Linda senang dengan penghematannya itu? Sangat. Namun, apakah Linda menikmati pengalaman mencoba berbelanja di Goyard selama berhari-hari? Benar-benar tidak.
NB: Ketika Linda memberi tahu petugas hotel tentang hal tersebut, dia menyarankan agar Linda merahasiakan Goyard Printemps.

Printemps di Paris. Photo from PurseBop






