Diciptakan pada tahun 1896 oleh Georges Vuitton, Louis Vuitton Monogram tahun ini merayakan usia ke-130. Selama lebih dari satu abad, motif ini telah melampaui tren musiman dan menjelma menjadi simbol kemewahan yang tak lekang oleh waktu. Tas ini juga menjadi penanda identitas visual yang mendefinisikan dunia luxury hingga hari ini.
Awalnya, Monogram diciptakan untuk memperkuat identitas Maison sekaligus melindungi koper Louis Vuitton dari pemalsuan. Namun seiring waktu, motif ini berkembang melampaui fungsi awalnya. Kanvas Monogram pertama kali digunakan pada trunk untuk perjalanan laut dan kereta api, sebelum diperluas ke berbagai travel accessories seperti vanity case dan hat box menjadi fondasi dari estetika perjalanan yang ikonik.

Dari Travel Trunk ke Tas Ikonik Dunia
Memasuki abad ke-20, Monogram kembali berevolusi. Louis Vuitton mulai menghadirkannya dalam tas-tas sehari-hari yang kini legendaris, seperti Noé, Speedy, dan Alma. Siluet-siluet ini tidak hanya bertahan selama puluhan tahun, tetapi juga mengukir tempat istimewa dalam budaya pop dan membentuk identitas generasi. Speedy, misalnya, menjadi ikon gaya di era awal 2000-an.
Hingga kini, Louis Vuitton Monogram tetap menjadi salah satu logo mewah paling mudah dikenali di dunia. Digunakan lintas generasi dan dekade, motif ini terus membuktikan kemampuannya untuk melampaui waktu dan relevan di setiap era fashion.
Merayakan 130 Tahun Motif Abadi Louis Vuitton Monogram
Untuk memperingati 130 tahun Monogram legendarisnya, Louis Vuitton meluncurkan rangkaian tas edisi terbatas yang menghadirkan interpretasi baru atas pola ikonik tersebut, sekaligus menegaskan kembali warisan dan keahlian Maison.
Selain capsule klasik yang menampilkan siluet Monogram andalan seperti Alma dan Neverfull, Louis Vuitton juga memperkenalkan tiga capsule baru yang terinspirasi dari akar sejarah trunkmaking serta savoir-faire khas Maison.
Monogram Origine hadir dengan tekstur linen-cotton ringan dan palet Monogram bernuansa pastel lembut. Koleksi ini memadukan kesan vintage dengan sentuhan modern, terinspirasi dari semangat perjalanan yang menjadi DNA Louis Vuitton.
Sementara itu, VVN dan Time Trunk menyoroti signature Maison dalam bentuk paling autentik. Kulit vegetable-tanned membalut berbagai siluet tas, dipadukan dengan teknik trompe-l’œil yang terinspirasi dari trunk arsip—sebuah penghormatan pada hari-hari awal Louis Vuitton, sekaligus dialog antara masa lalu dan masa kini.

Kembalinya Louis Vuitton Monogram Multicolore Takashi Murakami
Perayaan ini mencapai puncaknya dengan kembalinya Monogram Multicolore karya Takashi Murakami, yang pertama kali direlansir pada awal tahun lalu. Koleksi terbaru ini menghadirkan beragam siluet, mulai dari desain ikonis yang kembali hadir hingga model baru yang sepenuhnya fresh.
Setiap tas Monogram edisi khusus dilengkapi name tag dan label eksklusif yang menandakan statusnya sebagai bagian dari koleksi perayaan 130 tahun. Untuk melihat dan membeli seluruh rangkaian koleksi, kunjungi butik Louis Vuitton dan kanal resmi Maison.
✨Tertarik memiliki koleksi baru Louis Vuitton atau lainnya?
Segera hubungi admin Lavergne untuk mendapatkan pilihan tas branded otentik dari rumah mode ternama seperti Chanel, Miu Miu, Hermès, Prada, dan banyak lagi.
Kamu juga bisa langsung mengunjungi Toko Lavergne di STC Senayan Lantai 2 Unit 49–50. Tempat di mana keanggunan dan keaslian berpadu dalam satu pengalaman berbelanja mewah yang berkelas!
Baca Juga: Louis Vuitton Hadirkan Pochette Mia Sentuhan Segar dari Klasik Monogram
Louis Vuitton Spring 2026: Kembali ke Louvre dengan Sentuhan Keintiman
Louis Vuitton Alma Bag Hadir dalam Sentuhan Mewah untuk Koleksi Cruise 2026







